
Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu lonjakan harga kebutuhan masyarakat. Dengan daya beli masyarakat yang masih belum pulih, omzet para pedagang juga diprediksi bisa terganggu.
Ketua Ikatan Pedagang Keliling (IPK) Kabupaten Ciamis, Wawan Kartiawan mengungkapkan perekonomian masih belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan sudah dibebani lagi dengan kenaikan bbm.
“Barang pokok yang dibeli para pedagang keliling mengalami lonjakan yang disebabkan kenaikan BBM, ini harus jadi perhatian pemerintah ” Kata Wawan
Akibat kenaikan harga bahan yang tidak terkendali itu, masyarakat juga turut mengurangi pembelian terhadap beberapa barang konsumsi lain yang non-pokok baik makanan maupun minuman. Salah satu produk yang mengalami penurunan omzet.
Menurut Wawan, sebelum pandemi keuntungan dari penjualan para pedagang keliling biasanya mencapai 50 persen dari modal, namun kini turun menjadi 10 persen.
“Kalau harga BBM naik, maka harga bahan pokok yang dijual oleh para pedagang keliling juga naik. Tidak hanya yang jualan makan minum, tapi lainnya pun ikut naik Ini menyusahkan pedagang , ” tegasnya.
Hal itu disampaikan saat pelantikan pengurus Ikatan Pedagang Keliling (IPK) Kecamatan Panumbangan di aula Desa Golat, Minggu (11/9)
Hadir dalam pelantikan pengurus IPK, anggota DPRD Kabupaten Ciamis Uus Rusdiana, Camat Panumbangan, Kepala Desa Golat, Babinmas dan Babinsa.
Uus dalam sambutannya memberikan semangat kepada IPK, “jadikan IPK sebagi ajang silaturahmi dan belajar berorganisasi” kata politisi PKS ini.
“Hampir 15 tahun saya menjadi pedagang keliling, tau persis bagaimana sulit dan capenya mencari rezeki untuk keluarga, karenanya saya berharap IPK menjadi organisasi besar yang mewadahi para pedagang keliling ” ujar calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini.



