Fraksi PKS Kecam Keras Dugaan Pelarangan Jilbab di RS Medistra

Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS DPR-RI

Menatapjabar| Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengecam keras dan menanggapi serius dugaan pelarangan jilbab dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan (nakes) di RS Medistra.

RS Medistra sendiri melalui manajemennya telah meminta maaf atas kasus ini dan berjanji melakukan pengawasan proses rekrutmen pegawainya. Namun Jazuli Juwaini meminta manajemen RS Medistra bertanggung jawab penuh dan meminta Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan turun tangan memanggil manajemen dan menginvestigasi pelanggaran tersebut.

“Pertanyaan bersedia atau tidak melepas jilbab jika diterima bekerja ini melecehkan keyakinan agama Islam yang dijamin oleh konstitusi. Jika benar dugaan ini dilakukan oleh pihak RS Medistra maka yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran konstitusi Pasal 29 dan bisa disanksi oleh Pemerintah,” kata Jazuli.

Menurut Anggota DPR Dapil Banten ini beragama dan beribadah sesuai keyakinan agamanya adalah HAM yang bukan hanya dilindungi tapi sangat dihormati di negara ini. Bahkan negara mengakuinya sebagai manifestasi sila pertama dan utama dasar negara Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Siapapun dan pihak manapun tidak bisa melarang keyakinan seseorang untuk mengenakan jilbab sebagai pengamalan agama atas dasar dan alasan apapun. Jika itu dilakukan namanya intoleransi dan diskriminasi berdasarkan agama dan keyakinan. Hal itu harus dilawan di negara kita,” tegas Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini sebelumnya juga bersikap tegas dan keras ketika BPIP membuat aturan serupa yang meminta kesediaan Paskibraka melepas jilbabnya. Setelah viral akhirnya kebijakan itu dibatalkan.

“Stop praktek intoleran dan diskriminatif seperti ini karena pasti akan berhadapan dengan rakyat dan konstitusi negara. Sebaliknya, jaga kebhinekaan dan harmoni masyarakat dengan menghormatinya secara konsekuen,” pungkas Jazuli.

Dikutip dari: Humas Fraksi PKS DPR-RI

Fraksi PKS Kecam Keras Dugaan Larangan Jilbab di RS Medistra

Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Bundar, Perawatan Mudah Cuan Melimpah



Baregbeg | BUMMas Berdaya Sejahtera desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis ini merupakan kelompok pemberdayaan masyarakat yang beranggotakan terdiri dari para ibu rumah tangga. BUMMas ini mulai fokus untuk pembudidayaan ikan gurame di kolam bundar (2/9/2024)

Semua anggota kelompok diberi pemahaman dan pelatihan untuk memberi pakan ikan serta memperhatikan perkembangan ikan.

Agar tidak mengganggu aktifitas anggota kelompok yang notabene sebagai ibu rumahtangga maka dalam perawatan dan pemberian pakandisepakati untuk jadwal maka setiap anggota kebagian seminggu satu kali perawatan dan pemberian pakan.

Salah satunya yang dilakukan ibu Wati saat ini beliau kebagian jadwal pemberian pakan sekaligus pemantauan dalam perawatan air, “Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, hanya 10 menit saja untuk merawat ikan gurame di kolam bundar” tuturnya.

Wati Menambahkan para anggota bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa “Alhamdulillah atas bantuan dari Rumah Zakat kini kolam bundar semakin bertambah dan target selama 12 Bulan ke depan bobot ikan gurame menjadi satu kilo gram perekor” pungkas Wati kepada MenatapJabar

Pesan Pelantikan Didi Sukardi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Untuk Kader Dan Simpatisan PKS

Tim 09 KDS Squad Fillah

Bandung | H. Didi Sukardi merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024 dan terpilih kembali pada pemilu 2024 untuk periode 2024-2029,

Berikut isi pesan pelantikannya:

Kepada ykh,
Ikhwati fillah seluruh pengurus,
Kader dan simpatisan PKS
Dapil Jabar 13

Assalamu’alaikum wr wb

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. atas berkat rahmat dan hidayahNya kita bisa berkumpul sebagai keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera sampai dengan hari ini.


Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada baginda Rasulullah SAW berserta keluarga, sahabat dan umatnya hingga akhir jaman.

Ikhwati fillah, hari ini Senin 2 September 2024 adalah hari pelantikan anggota DPRD Jawa Barat periode 2024-2029. Sudah sepantasnya kita semua bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan ini karena bagaimanapun Partai Keadilan Sejahtera masih dipercaya oleh masyarakat untuk mengemban amanah amar ma’ruf nahi mungkar melalui lembaga parlemen.


Selanjutnya saya sebagai orang yg langsung diberi amanah ingin menyampaikan permohonan dan doa restunya kepada ikhwati fillah, semoga saya bisa melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya.


Ada tugas berat kita bersama ke depan, bukan hanya beban target-target politik yang harus kita capai tapi beban berat sesungguhnya adalah bagaimana kita bisa berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, sejahtera fi dunia wal akhirat.


Ke depan saya berharap kita bisa bersinergi membangun kebersamaan yang kokoh, bergandengan tangan antara struktur, kader, simpatisan, masyarakat sehingga cita-cita baldatun thoyibatun warabbun ghafur bisa tercapai.


Terakhir, atas kinerja saya selama ini baik menjadi anggota DPRD Ciamis 2004-2014 dan Anggota DPRD Jabara 2014-2024 bila belum dirasakan maksimal saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT memaafkan dan senantiasa memberikan keberkahanNya kepada kita semua. Amin yra

🙏🙏🙏

Wassalamu’alaikum wr wb


KDS (Kang Didi Sukardi)

Jejaring Habib Rizieq, Penentu Pilgub Jakarta

Habib Rizieq Shihab bersama jamaah pengajiannya

Oleh: Faizal Assegaf (kritikus)

Ahok sangat agresif melicinkan agenda licik Mulyono, Mega dan PDIP di Pilgub Jakarta. Sementra Habib Rizieq (HRS) dan Prabowo aktif mengamati. Konsolidasi di panggung belakang terus bergulir menyatukan umat.

Kelompok FPI, 212 dan HRS punya garis tegas. Merasakan pahitnya menjadi korban paling tragis atas konspirasi rezim Jokowi dan PDIP. Sudah tentu tidak akan memberi ruang kompromi untuk bersekutu.

Terlebih ketika Ahok dan pendukungnya sangat berperan besar di lingkar Megawati, makin meyakinkan HRS dan FPI bersikap waspada. Ahok dinilai menjadi bagian operator misi politik Megawati dan Jokowi di Pilgub Jakarta.

Tak heran, Ahok tampil mengirim pesan ke ruang publik mengantarkan Pramono Anung saat mendaftar ke KPUD. Momen itu dipamerkan oleh PDIP untuk menegaskan Ahok, Megawati dan Jokowi sangat solid.

Kekalahan di Pilgub 2017, tampaknya menyimpan dendam politik yang sangat membara bagi Ahok, Mega, PDIP, Jokowi dan loyalisnya. HRS dan elemen 212 tanpa henti difitnah sebagai kelompok intoleran dan radikal.

Bahkan Prabowo, Gerindra dan PKS yang saat itu mengusung Anies, menjadi sasaran amuk kebencian Ahoker dan Jokower. Rupa macam cara dilakukan untuk memisahkan PKS, Prabowo dan Anies. Demi tujuan memuluskan siasat jahat.

Kini, semakin terang. Jokowi berperan menyandera elite partai agar mengunci peluang Anies maju di Pilgub DKI. Sementara Ahok, Mega dan PDIP menyiapkan Pramono Anung sebagai ‘gerobak politik’ barunya. Tidak lain untuk merebut kembali kekalahan mereka di tahun 2017.

HRS, elemen 212 dan warga DKI Jakarta yang loyal kepada Anies dan terzalimi, tentu tidak diam. Sangat dilematis: Membiarkan Ridwan Kamil kalah, atau bersama Prabowo dan KIM untuk mencegah permainan kotor Jokowi dan Megawati?

Peta kemenangan Pilgub Jakarta tergantung HRS dan jejaring elemen 212. Prabowo dan KIM terlanjur mengusung RK – Suswono, bukan Anies. Tapi, membiarkan PDIP, Ahok, Jokowi dan Mega menangkan Pramono, tentu fatal.

Umat menanti keputusan HRS…!

https://x.com/faizalassegaf/status/1830165989260198221?t=tkCv4P8KBiDG9bu6k-p7lA&s=19

Tabayyun Anak Muda

Artikel oleh: Dr. H. Indra Kusumah, Presiden Gema Keadilan

Beberapa waktu lalu juga ada audiensi dari elemen Pemuda Islam Jakarta ke DPP PKS. Bidang Kepemudaan bersama GEMA Keadilan & Garuda Keadilan yang menerima. Saya di antaranya.

Tema yang “menghangat” dibahas dalam diskusi adalah Keputusan PKS di Pilgub DK Jakarta.

Diskusi berjalan hangat bahkan “memanas” khas anak muda, tapi penuh adab dan nuansa ukhuwah.

Ada nasihat dari para pemuda tersebut untuk PKS. Ada harapan yang muncul dari hati untuk masa depan PKS.

Ada yang secara jujur mengakui datang ke DPP PKS mau marah-marah

Kami mendengarkan harapan, nasihat dan “gugatan” para pemuda Jakarta tersebut.

Kami menyampaikan terima kasih nasihatnya. Kami juga izin menyampaikan penjelasan, tentunya dengan segala keterbatasan pemahaman kami, terkait orientasi politik PKS dan isu-isu terkini.

Setelah dijelaskan cerita-cerita dibalik berita dan dasar pertimbangannya dll, ada yang menyatakan setidaknya 80% memahami situasinya.

Pertemuan itu memang tidak ada kesepakatan karena kami menyadari sama-sama bukan decision maker terkait tema yang dibahas.

Namun setidaknya kami saling mendengar. Setidaknya pula kami bersetuju bahwa kalaupun ada perbedaan dalam satu episode, tidak berarti menutup peluang bersama dan bekerja sama pada episode-episode lainnya.

Di antara yang kami kompak adalah urusan Palestina Merdeka