Warga Sukawening Menderita Penyakit Langka, Uus Aleg PKS Minta Pemda Ciamis Tanggung Biaya Pengobatannya

Anggota DPRD Ciamis dari Fraksi PKS H. Uus Rusdiana menjenguk Kaisyya Raudlatul Mawa (6 tahun) yang terbaring sakit di RSUD Ciamis. Kamis (23/9)

Warga Desa Sukawening Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis ini diduga menderita Sindrom Stevens Johnson atau kelainan kulit dan selaput lendir. Sekujur kulit tubuhnya mengelupas dan rasanya sangat perih.

Menurut Uus dirinya mendapatkan informasi dari Kepala Desa Sukawening yang meminta dirinya membantu penanganan di RSUD Ciamis, “Perlu huluran tangan kita karena dari keluarga prasejahtera dan memerlukan biaya yang sangat besar karena tidak memiliki BPJS, oleh karena itu saya minta Pemda menanggu biaya selama perawatan di RSUD”, Kata Uus.

“Tadi sore dalam forum rapat Banggar di DPRD Ciamis; dihadapan sekda, dirut RSUD Ciamis dan Kadis Kesehatan saya sampaikan hal tersebut untuk diketahui dan diperhatikan secara serius karena keluarga ini merupakan warga kabupaten Ciamis” Lanjut Anggota Banggar DPRD Ciamis ini.

Ditemui di ruang RSUD Ciamis, ayahnya, Dani Mardani, mengatakan dirinya membawa buah hatinya ke RSUD Ciamis tersebut lantaran tidak tega melihat kulit anaknya terus menjalar seperti borok.

Sebelumnya ia berkonsultasi dengan pihak Pemerintah Desa Sukawening untuk dirujuk ke RSUD Ciamis, meski tidak memiliki jaminan kesehatan atau kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kepala Desa Sukawening Hendi Hermawan mengungkapkan berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya, “Kami mendorong Dani untuk memeriksakan anaknya ke RSUD Ciamis meski tidak memiliki kartu BPJS. Bahkan saya sempat menawarkan bayar mandiri, namun ditolak,” ucapnya kepada menatapjabar.com

Uus Aleg PKS Pertanyakan Rencana Pembangunan Jembatan Cikoneng Wanasigra

Jembatan penghubung Desa Cikoneng Kecamatan Cikoneng dengan Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih ini sudah masuk satu tahun tidak bisa dilalui oleh kendaraan; baik roda dua atau roda empat.

Pasalnya jembatan yang membentang di atas sungai Cigayam ini terancam ambruk karena Tebing Penahan Tanah (TPT) sudah longsor pasca hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.

Menurut warga setempat jalan ini sangat perlu diperbaiki karena menjadi akses penting perekonomian.

Sementara itu salah satu anggota badan anggaran DPRD Ciamis Uus Rusdiana menanyakan langsung kepada kepala dinas PUPR Ciamis dalam rapat membahas Raperda Perubahan TA 2022.

“Sebagai wakil rakyat saya sering ditanya terkait dengan kapan akan dibangun? Karenanya sekarang saya minta kejelasannya karena ini merupakan infrastruktur yang harus di prioritaskan” ungkap politisi PKS ini.

Menurut kepala Dinas Andang Firman mengatakan bila jembatan tersebut sudah dialokasikan anggarannya di murni 2023, “Di perubahan 2022 tidak mungkin dilaksanakan mengingat waktu yang terbatas” Kata Andang

Lebih lanjut Andang menjelaskan, mengenai perbaikan jalan tersebut pihaknya baru mendapatkan pernyataan surat bencana dari Bupati Ciamis melalui BPBD. “InsyaAlloh tahun 2023 sudah dialokasikan dan segera diperbaiki” kata Andang

Aleg PKS Ciamis: Membuat Resah Masyarakat, Hentikan Isu Penarikan Gas LPG Bersubsidi

Wacana penarikan gas melon LPG 3 kilogram bersubsidi untuk digantikan dengan kompor induksi oleh pemerintah harus segera dihentikan.

Menurut Anggota DPRD Ciamis Uus Rusdiana dari PKS isu ini dapat membuat masyarakat makin resah setelah menanggung beban berat akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

Sementara itu menurut Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, mendesak Pemerintah untuk tidak banyak melontarkan wacana yang membuat masyarakat bertanya-tanya dan bingung di tengah melonjaknya harga pangan dan energi yang mendera.

“Pandemi Covid-19 yang menghantam sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat baru saja melandai. Keberadaan isu ini justru akan membuat mereka pulih lebih lambat dan bangkit semakin berat,” kata Mulyanto kepada media, Kamis (22/09)

Justru dalam kondisi seperti ini, imbuhnya, Pemerintah harusnya bisa menenangkan masyarakat.

Mulyanto menjelaskan selama ini di Komisi VII DPR RI, pembahasan soal kompor listrik bersama mitra terkait baru sebatas rencana uji coba. PLN rencananya akan membagikan 300 ribu kompor induksi ke masyarakat dalam rangka menyerap surplus listrik yang diderita perusahaan pelat merah tersebut.

“Karena kelebihan stroom itu harus dibayar PLN, baik dipakai atau tidak oleh mereka. Kondisi ini tentu menekan kinerja keuangan PLN,” ungkapnya.

Mulyanto menambahkan, sesuai tujuannya uji coba kompor induksi ini bersifat sukarela bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi. Tidak ada paksaan dan tidak ada penghentian subsidi gas melon LPG 3 kilogram.

PLN menjamin, bahwa penggunaan kompor induksi tersebut akan lebih murah atau paling tidak sama dibandingkan dengan biaya penggunaan energi sebelumnya.

“Jadi tidak ada rencana penarikan gas melon LPG 3 kilogram dari masyarakat oleh PLN,” tandasnya.

Mulyanto menganjurkan sebaiknya Pemerintah melakukan sosialisasi program penggunaan kompor listrik ini lebih baik lagi. Tujuannya agar masyarakat terdorong secara sukarela menggunakan kompor listrik

Mulyanto merasa sosialisasi Pemerintah terkait program ini masih kurang. Akibatnya banyak isu tidak benar yang beredar di masyarakat. Salah satunya isu tentang program pengadaan kompor listrik ini bertujuan menghapus gas melon 3 kg.

“Berkembangnya isu seperti ini tentu membuat masyarakat resah. Karena tidak semua masyarakat siap beralih menggunakan kompor gas ke kompor listrik. Masyarakat masih berpikir penggunaan kompor listrik lebih mahal daripada kompor gas,” kata Mulyanto.

Untuk diketahui, kompor induksi ini rencananya terdiri dari dua tungku. Masing-masing tungku membutuhkan daya 800 Watt. Jadi untuk satu kompor induksi memerlukan daya sebesar 1600 Watt. Karenanya daya listrik pelanggan sasaran program ini akan dinaikkan dari 450 VA atau 900 VA menjadi 2200 VA.

Sebagaimana presentasi Dirut PLN di hadapan Komisi VII DPR RI, disampaikan bahwa tarif listrik untuk kompor induksi ini tetap disubsidi. Penambahan daya dari 450 VA atau 990 VA ke 2200 VA, termasuk kompor induksinya diberikan secara gratis.

Sumber: https://fraksi.pks.id/2022/09/22/resahkan-masyarakat-aleg-pks-desak-pemerintah-hentikan-wacana-penarikan-lpg-3-kilogram/

Jalan Rusak Jadi Mulus, Warga Sindangsari Gelar Syukuran

Lebih dari sepuluh tahun jalan menuju perkampungan Blok Cisenday Dusun Kalapanunggal Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis rusak parah akhirnya pada tahun 2022 ini sudah selesai diperbaiki.

Melalui APBD Kabupaten Ciamis yang di advokasi oleh anggota DPRD Kabupaten Ciamis H. Uus Rusdiana ini tercipta 350 meter panjang jalan yang diperbaiki.

Menurut politisi PKS ini dirinya mendapatkan laporan dari warga tahun 2021 lalu bahwa ada kendaraan yang terperosok akibat jalan yang rusak, “saya dapat laporan itu kemudian saya advokasi anggaran sesuai tupoksi saya sebagai anggota DPRD” kata Uus.

Usai diperbaiki warga setempat pada Rabu malam (21/9) menggelar syukuran dengan menghadirkan warga setempat, unsur pemerintah desa dan anggota DPRD Ciamis.

Kepala Dusun Kalapanunggal, Iip mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk terima kasih kepada anggota DPRD Ciamis Uus Rusdiana yang memperjuangkan dan bentuk syukuran, “Syukur Alhamdulillah akhirnya akses jalan ini diperbaiki” Kata Iip.

“saya bersyukur kepada Allah dan mengucapkan terimakasih kepada bapak haji Uus serta pemerintah desa Sindangsari yang sudah memperjuangkan aspirasi kami”, pungkas Iip

Uus Rusdiana PKS Ungguli Polling Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Tahun 2024

Polling tentang Siapa Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2024 Dari Unsur Anggota DPRD Ciamis 2019-2024? ? dibuat pada 17/09/2022 Jam 12:41 WIB

Polling ini memiliki 4 opsi jawaban yang ditanyakan berdasarkan calon dari unsur anggota DPRD Ciamis periode 2019-2024 dan sudah menerima 86 suara.

Berdasarkan polling tersebut unggul sementara Uus Rusdiana dari PKS jumlah 76 suara, disusul Nanang Permana dari PDI-Perjuangan 5 Suara dan Heri Rafni Kotari 5 suara dari GERINDRA, sementara itu Hiban Nurul Falah dari PPP tidak mendapatkan vote.

Polling ini tidak mutlak menjadi pilihan masyarakat keseluruhan, hanya bisa dijadikan rujukan masyarakat sebagai sosialisasi calon untuk anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapil XI yang meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Bagi yang belum vote bisa buka tautan ini yang dibuat oleh situs PollingKita.Com

https://pollingkita.com/polling305354-polling-siapa-calon-anggota-dprd-provinsi-jawa-barat-2024-dari-unsur-anggota-dprd-ciamis-20192024?show=2#google_vignette

Berikut biodata singkat Uus Rusdiana:

Lahir dengan nama lengkap H. Uus Rusdiana, SE. ini merupakan asli warga Desa Cimari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis yang sekarang menetap di Desa Nasol Kecamatan Cikoneng. Pria kelahiran 4 Desember 1984 ini memulai karir di PKS sejak usia SMA sewaktu sekolah di SMK Bina Putra Rancah yang kini menjadi SMKN 1 Rancah.

Bapak 5 anak ini sebelum menjadi anggota DPRD Ciamis periode 2019-2024 berprofesi sebagai fotografer di Panawangan dan Kawali serta menjadi pedagang keliling,

Cita-citanya yang “ingin banyak membantu sesama” ini terpilih dengan raihan suara terbanyak se kabupaten Ciamis 11.963 suara.

Di DPRD Ciamis pria yang akrab disapa Haji Uus dan aktif diberbagai organisasi ini sebagai wakil ketua Fraksi PKS, Anggota Banggar dan Anggota Bamus.

Lelaki yang terkenal suple bergaul ini dipinta dan ditugaskan oleh PKS untuk maju ke DPRD Provinsi Jawa Barat menggantikan Didi Sukardi yang ditugaskan ke DPR-RI.