PPDI Ciamis Gelar Baksos, Puluhan Disabilitas Dapat Kaki dan Tangan Palsu

Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis mengadakan bakti sosial di saung sawah Sukamaju Baregbeg, Selasa (4/10/2022).

Bakti sosial yang diisi oleh Ira Puspitasari sebagai pembawa acara ini membagikan kaki palsu, tangan palsu, Briss dan AVO kepada 68 disabilitas ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi, Anggota DPRD Ciamis Dede Herli dan Uus Rusdiana, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis dan Mr. Lee dari Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta.

Menurut ketua DPC PPDI Kabupaten Ciamis Dodo Zakaria acara ini kelanjutan dari agenda sebelumnya, “Bulan Juli kemarin baksos pengukuran, sekarang penyerahan” Kata Dodo.

Dodo yang aktif di BPBD Ciamis dan di Forum Pengurangan Risiko Bencana FPRB Ciamis ini merasa bahagia dengan diadakannya acara ini, “saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung hingga terselenggaranya acara ini” ujar Dodo.

Sementara itu Uus Rusdiana anggota DPRD Ciamis dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPC PPDI Kabupaten Ciamis dan Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta, “Semoga apa yang diberikan kepada warga kami di Ciamis dapat menjadi penyemangat bagi penerima dan pahala bagi yang memberinya” ungkap Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Lulus Sidang Tesis di Unigal, Uus Aleg PKS Raih Gelar Magister Hukum

Anggota DPRD Ciamis Uus Rusdiana resmi menyandang gelar Magister Hukum konsentrasi bidang hukum pidana, setelah dinyatakan lulus pada Program Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis. Jumat (30/09/2022)

Wakil Ketua Fraksi PKS Ciamis ini sukses melewati sidang tesis dihadapan penguji Pasca Sarjana Universitas Galuh Ciamis. Tim penguji terdiri dari Dr. H. Yat Rospia Brata, M.Si, Dr. Ida Farida, SH.,MH, dan Dewi Mulyanti, SH.,MH.

Tesis Uus berjudul “implementasi pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Terhadap Penyalahgunaan Dana Desa Di Desa Nagarajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis”

Setelah melewati ujian yang berlangsung hampir 3 jam maka Ketua Sidang Dr H. Yat Rospia Brata, M.Si dan tim penguji dalam Yudisium menyatakan bahwa Uus Rusdiana lulus dengan Sangat Memuaskan

Uus Rusdiana menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim penguji.

“Alhamdulilah saya mendapatkan nilai sangat memuaskan dan berhak memakai gelar Magister Hukum, terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan mendoakan saya wabilkhusus ibu saya,” katanya.

Menurut Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tahun 2024 ini pendidikan itu perlu perjuangan dan pengorbanan baik waktu maupun materi, juga kerja keras agar dapat meraih prestasi.

“Semangat berprestasi baik akademik ataupun lainnya yang positif harus tertanam kuat pada seluruh generasi penerus bangsa ” kata pria kelahiran tahun 1984 ini

Sementara itu Ketua Tim penguji menyatakan, dengan telah selesainya meraih Magister Hukum di Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis maka Uus Rusdiana telah diberikan hak untuk memakai gelar Magister ilmu hukum

Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Kuningan, Uus Aleg PKS: Momentum Perbaikan Kualitas Kepemimpinan

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Ciamis H. Uus Rusdiana, SE menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperdalam cinta terhadap Nabi Muhammad SAW. Juga untuk memperkuat komitmen menjadikan Nabi Muhammad sebagai tauladan termasuk dalam aspek kepemimpinan.

Pemaknaan seperti, itu menurut Anggota Komisi C ini perlu, agar para Pemimpin bisa introspeksi untuk memperbaiki kepemimpinannya.  Dan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinannya, di tengah apatisme Umat dan Rakyat. Juga di tengah tantangan kehidupan yang makin kompleks. Termasuk akibat dari Covid-19.

Dengan memperingati Maulid, sesungguhnya Allah memberikan kesempatan untuk perbaikan kualitas kepemimpinan. Karena keteladanan Nabi Muhammad SAW selain dalam bidang akhlak juga dalam bidang kepemimpinan. Bahkan sukses kepemimpinan baik dalam skala pribadi, sosial kemasyarakatan, bahkan kepemimpinan politik.

“Ayat ke 21 dari surah al Ahzab, yang dirujuk untuk menjadikan RasuluLlah SAW sebagai tauladan, adalah bagian dari rangkaian  ayat ke 9 hingga ayat ke 27 dari surah alAhzab yang menghadirkan bukti keunggulan kepemimpinan Rasulullah SAW yang menjadi teladan dan relevan di setiap zaman dan peran. Terlebih lagi di zaman yang penuh tantangan dan polemik.  Sudah semestinya kita mengusahakan, mencari, dan memilih sosok pemimpin yang menerapkan model kepemimpinan Rasulullah SAW,” disampaikan Uus Rusdiana kepada menatapjabar.com usai menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Maoshulul Huda Desa Pamijahan Kecamatan Kalimanggis Kabupaten Kuningan, Kamis (29/9/2022)

“Kisah perang Ahzab yang diabadikan Allah SWT dalam Al Quran mengabarkan kepada kita betapa peliknya situasi kaum muslimin saat itu, dengan banyaknya musuh, keraguan, hasutan, pengkhianatan, konspirasi, dan tindakan berbahaya lainnya dari pihak kaum musyrikin dan Yahudi Quraizhah. Namun justru disitulah Allah SWT tegaskan status beliau sebagai ‘uswatun hasanah’, yang dengan bijak memberdayakan seluruh potensi terbaik umat, mencontohkan ketakwaan, keberanian, dan ketabahan. Akhirnya jaya dan selamatlah kaum muslimin saat itu dengan peran utama kepemimpinan dan kebijaksanaan Rasulullah SAW sepanjang peristiwa menegangkan tersebut, sebuah keteladanan agung yang diabadikan Al Quran, ditiru dan dijunjung oleh ‘rijal’, yakni generasi demi generasi yang meneladani beliau dengan penuh ketulusan dan kesetiaan,” jelas pria kelahiran 4 Desember 1984 ini

Uus yang juga Ketua DPD Jawara Sunda Kabupaten Ciamis ini berpesan agar kita mengupayakan secara maksimal hadirnya kepemimpinan bijaksana yang meneladani Rasulullah SAW di setiap kondisi, situasi, dan peranan. “Inilah tanggungjawab kita, baik bagi kader PKS maupun bagi kita semua selaku umat yang peduli tanah air, agar keteladanan Rasulullah SAW dapat dihadirkan dan menjadi inspirasi kepemimpinan bagi bangsa ini pada setiap konteks dan situasi, terutama di masa penuh tantangan dan ancaman seperti pandemi Covid-19 dan dampak-dampak pasca pandemi. Atau pun meluasnya apatisme publik dan terutama generasi muda terhadap politik. Agar keteladanan Rasulullah SAW menginspirasi kejujuran, amanah, bakti dan pengabdian yang dapat dicontoh dalam menghadirkan kepemimpinan ormas, organisasi dan partai politik. Bahkan  inspirasi bagi generasi milenial dan Gen Z agar tetap berani dan berakhlak, tabah dan cendekia. Dan teladan untuk kepemimpinan yang sukses bukan hanya untuk dimensi akhirat saja, tapi juga sukses saat di dunia. Keteladanan Pemimpin yang hadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tutup Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Kunjungi Ponpes Nurul Huda Hujungtiwu, Kyai Nurdin: Kang Uus Bagian Dari Keluarga Besar Kami

Silaturahmi adalah amalan yang dilakukan umat muslim untuk menyambung tali persaudaraan. Pentingnya menjalin silaturahmi tertuang jelas dalam surat QS An-Nisa ayat 36 yang berbunyi:

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Pada surat An-Nisa ayat 36 disebutkan tentang pentingnya bersilaturahmi. Bahkan, perintah tersebut berdampingan dengan perintah untuk bersujud kepada Allah SWT

Amalan silaturahmi ini merupakan agenda utama dalam kegiatan Idul Fitri. Biasanya, umat muslim pulang ke kampung halaman untuk menyambung tali silaturahmi dengan kerabat dekat dan sanak saudara.

Rasulullah SAW sendiri menyebutkan betapa pentingnya menjalin tali silaturahmi. Sebagaimana dikutip dari buku “Enskilopedia Amal Saleh Jilid 4” oleh Tim Ahnaf, salah satunya dapat memperpanjang umur dan memudahkan rezeki.

“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahmi.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa silaturahmi merupakan salah satu pertanda keimanan. Orang-orang yang beriman diperintahkan untuk menjaga silaturahmi, Allah sangat membenci pemutus tali silaturahmi.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Abu Hurairah)

Allah SWT sangat menyukai hambanya yang suka menjaga silaturahmi. Disebutkan dalam satu hadits, Allah SWT akan dekat kepada manusia yang ramah dan penuh perhatian kepada saudaranya.Nurdin Soleh As-Subki

Anggota DPRD Kabupaten Ciamis H. Uus Rusdiana melakukan kegiatan rutinnya silaturahmi kepada para tokoh dan ulama serta masyarakat, menurut Uus silaturahmi ini sudah menjadi kebiasaan, “Bersilaturahmi menjadi kebiasaan saya sebelum kampanye, saat kampanye, sampai sekarang sudah jadi anggota DPRD,” ucap politisi PKS ini.

Banyak yang sudah dikunjungi salah satunya sesepuh pondok pesantren Nurul Huda Hujungtiwu Panjalu Kyai Nurdin Soleh As-Subki.

Menurut Uus kedatangan ke pondok pesantren ini sudah dilakukannya sejak dulu dan itu dibenarkan Kyai Nurdin. “Kang Uus ini sudah sejak dulu menjalin silaturahmi dengan kami, bahkan sudah dianggap bagian dari keluarga besar kami”, ungkap Kyai Nurdin

Dilantik Jadi Ketua DPC PPSI Darma, Uus Husaeni: Siap Melestarikan Budaya Sunda di Kuningan

Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia DPD PPSI Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan pelantikan pengurus PPSI Tingkat Kecamatan di Aula IPHI Kabupaten Kuningan, Rabu (28/09/2022)

Acara yang dihadiri Ketua DPW PPSI Jawa Barat, Wakil Bupati Kuningan, Forkopimda, Ketua PCNU Kuningan, Ketua IPSI Kuningan, Anggota DPRD Kuningan, Anggota DPRD Ciamis dan paguron yang ada di kabupaten Kuningan ini melantik 6 DPC PPSI diantaranya Desa Darma, Kadugede, Kalimanggis, Ciawigebang, Cidahu dan Cipicung.

Dalam sambutannya Ketua DPD PPSI Kabupaten Kuningan KH. Muhammad Ali Subhan menerangkan bahwa dirinya tidak ada apa-apanya tanpa bantuan pengurus tingkat kecamatan, “Bantu saya untuk membesarkan PPSI di Kuningan, say tidak ada apa-apanya tanpa bantuan para pengurus tingkat kecamatan” Katanya.

Pelaksanaan pelantikan pun diisi dengan pelatihan juri pasang giri pencak silat dan penghargaan kepada tokoh masyarakat, tokoh ulama, tokoh penggerak pencak silat dan pejabat publik.

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Ketua PPSI Kabupaten Kuningan Kyai Muhammad Ali Subhan tersebut merupakan sebuah penghormatan tertinggi bagi para insan pegiat Pencak Silat yang telah mendedikasikan dirinya untuk perlindungan warisan budaya tak benda dunia.

“Atas penghargaan ini saya haturkan terimakasih kepada PPSI Kuningan, semoga pencak silat di Kuningan atau di Jawa Barat dapat menjadi prioritas untuk terus dikembangkan”, Kata Uus Rusdiana salah satu tokoh pejabat publik yang mendapatkan penghargaan PPSI Awards.

“Kedepan InsyaAlloh saya akan ikut bersama pengurus PPSI Kuningan membesarkan dan melestarikan budaya pencak silat ini” ujar Anggota DPRD Ciamis dari PKS yang juga calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Sementara itu pula menurut ketua DPC Darma yang baru dilantik, Uus Husaeni menuturkan kesiapan untuk membesarkan PPSI di Kecamatannya, “Bersama rekan-rekan pengurus lainnya InsyaAlloh kami siap membesarkan PPSI dan budaya Sunda ini sekemampuan kami” ujar Uus.